Beranda · Al-Quran Hadits · Aqidah · Akhlak Ibadah/Fiqih Tarikh Serba-Serbi ·

Laman

Adab Menerima Tamu dalam Islam



1.      Bertamu
Bertamu adalah berkunjung ke tempat tinggal orang lain. Kunjungan dilaksanakan karena ada sesuatu kepentingan, adakalanya untuk menengok keluarga, menjalin persaudaraan, meminang anak, bisnis dll. Bertamu dengan maksud yang baik, ikhlas karena Allah untuk memperoleh ridho-Nya termasuk silaturahmi yang diajurkan dalam Islam. Nabi bersabda:
مَنْ سَرَّهُ اَنْيَبْسُطُ لَهُ فِيْ رِزْقِهِ وَاَنْ يُنْسَا الَهُ فِيْ اَثره فليصل رحمه (رواه البخار و مسلم)
Artinya:
Barangsiapa ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah bersilaturahmi
 (H.R. Bukhari dan Muslim).

Bila bersilaturahmi sudah erat ternyata banyak manfaat yang diperoleh, misalnya dapat bertukar informasi, berbagi pengalaman, memperbanyak rizki serta memanjangkan umur, walaupun sudah wafat tapi masih banyak orang yang mengenang kebaikannya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَدۡخُلُواْ بُيُوتًا غَيۡرَ بُيُوتِكُمۡ حَتَّىٰ تَسۡتَأۡنِسُواْ وَتُسَلِّمُواْ عَلَىٰٓ أَهۡلِهَاۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ ٢٧ فَإِن لَّمۡ تَجِدُواْ فِيهَآ أَحَدٗا فَلَا تَدۡخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤۡذَنَ لَكُمۡۖ وَإِن قِيلَ لَكُمُ ٱرۡجِعُواْ فَٱرۡجِعُواْۖ هُوَ أَزۡكَىٰ لَكُمۡۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ عَلِيمٞ ٢٨ لَّيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٌ أَن تَدۡخُلُواْ بُيُوتًا غَيۡرَ مَسۡكُونَةٖ فِيهَا مَتَٰعٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تُبۡدُونَ وَمَا تَكۡتُمُونَ ٢٩
27. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat
28. Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan
29. Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan

Islam sangat mengatur tatakrama ialah:
Bertamu dengan berbusana sopan, menutup aurat, dan berpenampilan islami. Bermaksud baik yang diridhai Allah, missal: menanyakan alamat, meminjam telepon, mengajak berbisnis, dll. Mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Bila salam telah diucapkan sampai tiga kali dan tidak ada jawaban dari tuan rumah, maka pulanglah.
إِذَاسَلَّمْتَ ثَلاَ ثًا فَلَمْ يُؤْ ذَنْ لَكَ فَارجِعْ (متفق عليه)
Artinya :“Apabila kamu bertamu lalu minta izin (mengetuk pintu atau mengucapkan salam) sampai tiga kali dan tidak ditemui (tidak dibukakan pintu), maka hendaklah kamu pulang. (H.R Mutafaq ‘Alaih).

Bila perlu menunggu, duduklah dengan sopan dan rapi. Bersikap dan bertutur kata yang sopan sehingga tuan rumah merasa dihormati. Jika disajikan makan dan minuman hendaknya dimakan/diminum. Jangan sekali-kali mencela hidangan yang disajikan, lebih baik memujinya. Bertamu hendaknya memilih waktu yang senggang, waktu yang tepat dan cocok untuk bertamu. Segera kembali kalau sudah selesai, dan berpamitan kepada tuan rumah, jika seandainya dalam bertamu harus menginap, maka usahakan jangan sampai lebih dari tiga hari.
وَالضِياَفَةَ ثَلاَثَةَ اَيَّام (رواه البخارو مسلم)
Artinya: “Bertamu itu selama tiga hari

Artikel keren lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "Adab Menerima Tamu dalam Islam"

Post a Comment