PENGUJIAN
HIPOTESIS
Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah: Statistika 1
Dosen Pengampu: Yusuf Nalim, M.Pd.

Disusun Oleh:
Rif’atul
Qonita
202109461
Kelas: I
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN)
PEKALONGAN
2010-2011
BAB I
PENDAHULUAN
Hipotesis pada dasarnya merupakan suatu proporsi atau
anggapan yang mungkin benar dan mungkin juga salah, dan sering dilakukan untuk
pembuatan keputusan/pemecahan persoalan ataupun data.
Pada makalah ini penulis akan menjabarkan atau
memaparkan tentang pengujian hipotesis. Adapun yang akan dibahas pada makalah
ini adalah
- Pengertian
- Prosedur pengujian hipotesis
- Jenis-jenis pengujian hipotesis
BAB II
PEMBAHASAN
- Pengertian
Hipotesis berasal dari bahasa Yunani,
yaitu hupo dan thesis. Hupo berarti lemah, kurang atau di bawah,
dan thesis berarti teori,
proposisi, atau pernyataan yang disajikan sebagai bukti. Jadi hipotesis dapat
diartikan sebagai suatu pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan perlu
dibuktikan atau dugaan yang sifatnya masih sementara.
Hipotesis statistic dapat berbentuk
variable seperti binominal, poisson, dan normal atau nilai dari suatu parameter
seperti rata-rata, varians, simpangan baku ,
dan proporsi. dalam bentuk angka) untuk
dapat diterima atau ditolak. Hipotesis ini akan diterima jika hasil pengujian
membenarkan pernyataannya dan akan ditolak jika terjadi penyangkalan dari
pernnyataannya.[1]
Untuk menguji hipotesis, digunakan
data yang dikumpulkan dari sample, sehingga merupakan data perkiraan (estimate).
Dalam “menerima” atau “menolak” suatu hipotesis yang kita uji, ada satu hal
yang harus dipahami, bahwa penolakan suatu hipotesis berarti menyimpulkan bahwa
hipotesis itu salah, sedangkan menerima suatu hipotesis semata-mata
mengimplikasikan bahwa kita tidak mempunyai bukti untuk mempercayai sebaliknya.[2]
- Prosedur Pengujian Hipotesis
Prosedur pengujian hipotesis adalah
langkah-langkah yang dipergunakan dalam menyelesaikan pengujian hipotesis
tersebut. Langkah-langkhanya adalah sebagai berikut:
1.
Menentukan Formulasi Hipotesis
Formulasi atau perumusan hipotesis
statistic dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu sebagai berikut:
a.
Hipotesis nol atau hipotesis
nihil
Hipotesis nol disimbulkan dengan H0 adalah hipotesis yang dirumuskan sebagai suatu
pernyataan yang akan diuji. Disebut hipotesis nol karena hipotesis tersebut
tidak memiliki perbedaan, atau perbedaannya nol dengan hipotesis sebenarnya.
b.
Hipotesis alternative atau
hipotesis tandingan
Hipotesis ini disimbolkan H1 atau
Ha adalah hipotesis yang
dirumuskan sebagai lawan atau tandingan dari hipoesis nol. Dalam menyusun
hipotesis alternative timbul 3 keadaan berikut:
1.
H1 menyatakan
bahwa harga parameter lebih besar daripada harga yang dihipotesiskan. Pengujian
itu disebut pengujian satu sisi.yaitu sisi kanan.
2.
H1 menyatakan
bahwa harga parameter lebih kecil daripada harga yang dihipotesiskan. Pengujian
ini disebut pengujian satu sisi yaitu sisi kiri.
3.
H1 menyatakan
harga parameter tidak sama dengan harga yang dihipotesiskan. Pengujian itu
disebut pengujian dua sisi yaitu pengujian sisi kanan dan kiri sekaligus.
Apabila hipotesis nol diterima
(benar) maka hipotesis alternative ditolak. Demikian sebaliknya.
2.
Menentukan Taraf Nyata
Taraf nyata adalah besarnya batas
toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis terhadap nilai parameter
populasinya. Taraf nyata dilambangkan dengan (α) Semakin tinggi taraf nyata
yang digunakan, semakin tinggi pula penolakan hipotesis nol atau hipotesis yang
diuji, padahal hipotesis nol besar.
3.
Menentukan Kriteria Pengujian
Criteria pengujian adalah bentuk
pembuatan keputusan dalam menerima atau menolak hipotesis nol (H0) dengan cara membandingkan nilai (α) table distribusinya dengan
nilai uji statistiknya, sesuai dengan bentuk pengujiannya.
4.
Menentukan Nilai Uji Statistik
Uji statistic merupakan rumus-rumus
yang berhubungan dengan distribusi tertentu dalam pengujian hipotesis. Uji
statistic merupakan perhitungan untuk menduga parameter data sample yang
diambil secara random dari sebuah populasi.
5.
Membuat Kesimpulan
Pembuatan kesimpulan merupakan penetapan
keputusan dalam hal penerimaan atau penolakan hipotesis nol, sesuai dengan
criteria pengujiannya. Pembuatan kesimpulan dilakukan setelah membandingkan
nilai uji statistic dengan nilai (α)
table atau nilai kritis.[3]
- Jenis-jenis Pengujian Hipotesis
1.
Berdasarkan Jenis Parameternya
Didasarkan atas jenis parameter yang
digunakan, pengujian hipotesis dapat dibedakan atas tiga jenis yaitu:
a. Pengujian Hipotesis Tentang Rata-rata
Pengujian hipotesis tentang rata-rata
adalah pengujian hipotesis mengenai rata-rata populasi yang berdasarkan atas
informasi sampelnya.[4]
Pada pengujian hipotesis rata-rata ini dibagi lagi menjadi:
a.1. Pengujian Hipotesis satu rata-rata
a.2. Pengujian Hipotesis perbedaan dua rata-rata
a.3. Pengujian Hipotesis perbedaan lebih dari dua
rata-rata[5]
b. Pengujian Hipotesis Tentang Proporsi
Pengujian hipotesis tentang proporsi
adalah hipotesis mengenai proporsi populasi yang didasarkan atas informasi
(data) samplenya. Hipotesis proporsipun dibagi menjdi 3 yaitu:
b.1. Pengujian
Hipotesis tentang satu proporsi.
b.2. Pengujian Hipotesis tentang perbedaan proporsi.
b.3. Pengujian Hipotesis perbedaan lebih dari dua porsi.
c. Pengujian Hipotesis Tentang Varians
Pengujian hipotesis tentang varians
adalah pengujian hipotesis mengenai varians populasi yang didasarkan atas
informasi sample.
2.
Berdasarkan Jumlah Samplenya
Didasarkan atas ukuran samplenya,
pengujian hipotesis dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu:
a. Pengujian Hipotesis sample Besar
Pengujian hipotesis sample besar adalah
pengujian hipotesis yang menggunakan sample besar dari 30. Prosedur pengujian
hipotesisnya adalah
-
Formulasi hipotesis
ü Ho
: μ = μ0
H1
: μ > μ0
ü Ho
: μ = μ0
H1
: μ < μ0
ü Ho
: μ = μ0
H1
: μ ≠ μ0
-
Penentuan nilai α dan nilai Z
b. Pengujian Hipotesis Sample Kecil
Pengujian hipotesis sample kecil
adalah pengujian yang menggunakan sample lebih kecil atau sama dengan 30 (n ≤
30). Untuk pengujian hipotesis ini menggunakan distribusi t. prosedur pengujian
hipotesisnya adalah sebagai berikut:
-
Formulasi hipotesis
ü Ho
: μ = μ0
H1
: μ > μ0
ü Ho
: μ = μ0
H1
: μ < μ0
ü Ho
: μ = μ0
H1
: μ ≠ μ0
-
Menentukan nilai α (taraf nyata) dan nilai t-tabel
Menentukan nilai α sesuai soal, kemudian menentukan
derajat bebas, yaitu db = n – 1, lalu
menentukan nilai tα;n-1 atau tα/2;n-1
3.
Berdasarkan Jenis Distribusinya
Didasarkan atas jenis distribusi yang
digunakan, pengujian hipotesis dibedakan atas empat jenis, yaitu:
a. Pengujian Hipotesis dengan Hipotesis Z
Pengujian hipotesis dengan distribusi
Z adalah pengujian hipotesis yang menggunakan distribusi Z sebagai uji
stastistik. Tabel pengujiannya disebut tabel normal standar. Hasil uji
statistic ini kemudian dibandingkan dengan nilai dalam tabel untuk menerima
atau menolak hipotesis nol H0 yang dikemukakan.[7]
Cara pengujian hipotesis dengan
menggunakan tabel Z ini adalah dengan mentransformasikan nilai ρ ke z. Nilai Zt
dicari pada tabel luas dibawah lengkungan kurva normal dari 0 sampai dengan Z.
Criteria penolakan / penerimaan hipotesis Z adalah:
1.
Jika Zb ≥ Zt maka
Ho ditolak, Ha diterima
2.
Jika Zb < Zt maka Ho
diterima dan Ha
ditolak
Berarti peryataan yang menyatakan tidak terdapat
korelasi (positif/negative) yang signifikan antara variable X dengan
variable Y benar adanya. Sebaliknya
pernyataan yang menyatakan antara variable X dan Y terdapat korelasi
(positif/negative) tidak.[8]
b. Pengujian Hipotesis dengan distribusi t (t-student)
Pengujian hipotesis dengan distribusi
t adalah pengujian hipotesis yang menggunakan distribusi t sebagai uji
statistic. Tabelnya disebut tabel t-student.[9]
Pengujian hipotesis dapat pula dilakukan dengan mentransformasikan nilai ρ ke t, terlebih bila N>30, dimana
nilai N tersebut tidak tersedia tabel ρ.[10]
c. Pengujian Hipotesis dengan distribusi (kai kuadrat)
Pengujian hipotesis ini menggunakan
distribusi kai kuadrat .
d. Pengujian Hipotesis dengan Distribusi F (F-Ratio)
Pengujian hipotesis ini menggunakan distribusi
F. tabel pengujiannya disebut tabel F. hasil uji statisticnya kemudian
dibandingkan dengan nilau yang ada pada tabel untuk menerima atau menolak
hipotesis nol yang dikemukakan.
4.
Berdasarkan Arah atau Bentuk
Formulasi Hipotesisnya
didasarkan atas arah atau bentuk formulasi hipotesisnya, pengujian hipotesis
dibedakan atas 3 jenis yaitu sebagai berikut:
a.
Pengujian hipotesis dua pihak
(two tail test)
b.
Pengujian hipotesis pihak kiri
c.
Pengujian hipotesis pihak kanan
BAB III
PENUTUP
Hipotesa / hipotesis yang sebagai dugaan awal perlu
dikaji lebih dalam agar mendapatkan hasil yang benar dan sesuai dengan
realitanya, dan seorang peneliti dapat menggunakan banyak cara yang bias
digunakan dalam menelaah hipotesis tersebut seperti yang telah penulis paparkan
di dalam makalah ini. Hasil yang sesuai akan berpengaruh juga pada laporan
penelitian yang dibuat.
Demikian makalah ini penulis buat, hal ini bertujuan
untuk menambah pengetahuan pembaca pada umumnya dan bagi penulis sendiri pada
khususnya. Adapun kesalahan-kesalahan pada penulisan itu karena kekurang
telitannya penulis, untuk itu penulis meminta maaf, dan penulis menunggu kritik
serta saran demi kemajuan dan penambah pahaman bagi penulis.
DAFTAR PUSTAKA
Hasan, M. Iqbal. 2003. Pokok-pokok
Statistik 2. Jakarta:PT.Bumi Aksara.
Salafudin. 2005. Statistika Terapan Untuk Penelitian Sosial. Pekalongan:STAIN Press.
Supranto. 2001. Statistik. Jakarta:Erlangga
[1] M. Iqbal Hasan, Pokok-pokok Statistika 2(Statistik Inferensif), (Jakarta :PT. Bumi Aksara,
2003), h. 140
[2] Supranto, Statistik, (Jakarta:Erlangga, 2001), h.124
[3] M. Iqbal Hasan, Op. Cit.,
h. 141-143
[4] Ibid., h. 143
[5] Supranto, Op.Cit.,
[6] M. Iqbal Hasan, Op.Cit., h.
146
[7] M. Iqbal Hasan, Op.Cit.,h.
144
[8] Salafudin, Statistik Terapan
Untuk Penelitian Sosial, (Pekalongan:STAIN Press,2005), h.96-97
[9] M. Iqbal Hasan, Op.Cit.,
h. 145
[10] Salafudin, Op.Cit., h, 97
Belum ada tanggapan untuk "Makalah Statistik"
Post a Comment