Beranda · Al-Quran Hadits · Aqidah · Akhlak Ibadah/Fiqih Tarikh Serba-Serbi ·

Laman

Adabundunya waddin (Adab Murid Kepada Guru)


MAKALAH
اداب الدنيا والدين

Disusun guna memenuhi tugas :

Mata Kuliah            : Telaah Kitab Pendidikan
Dosen Pengampu    : M. Rodli, M.Pd.I.








Disusun Oleh :
Kelompok 7 Kelas B
1.      Husein Syauqi Azmi               202 109 479
2.      Muhibbatul Aini                      202 109 480
3.      Dina Rina                                2021110064



JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH  TINGGI  AGAMA  ISLAM  NEGERI
( STAIN )  PEKALONGAN
2012


A.    PENDAHULUAN

Pendidik adalah seseorang yang ditiru baik perilakunya maupun perkataannya. Sebagai seorang pendidik, harus memiliki sifat yang baik kepada siapa saja, karena pendidik selalu dijadikan contoh oleh peserta didiknya dalam setiap hal, khususnya ketika di dalam kelas.
Ketika seorang pendidik itu tidak berperilaku baik, maka pendidik tersebut akan kehilangan kewibawaannya. Sedangkan suatu kewibawaan itu, harus dimiliki oleh seorang pendidik. Agar pendidik tersebut dihormati dan dihargai oleh peserta didiknya.
Dalam makalah kami ini, akan dibahas tentang perilaku yang harus dimiliki oleh seorang pendidik dan tata kramanya seorang alim dengan sultan.























B.     PEMBAHASAN

1.      Perilaku yang harus dimiliki oleh seorang pendidik
a)      Guru itu harus mengamalkan ilmunya dan melaksanakan apa yang ia perintahkan kepada muridnya
b)      Guru jangan mengucapkan sesuatu yang tidak ia ketahui, tidak memerintahkan sesuatu yang tidak bisa ia laksanakan, dan menyamarkan selain yang ia jelaskan
c)      Guru itu mau mengajarkan ilmunya kepada orang yang mencari ilmu, tidak pelit dalam mengajarkan sesuatu kebaikan, dan selalu mencari faidah dari yang ia ketahui
d)     Guru itu harus mengetahui kadar kemampuan muridnya agar seorang guru dalam memberikan pengajaran sesuai dengan kemampuan atau kecerdasan anak didiknya.
e)      Seorang guru harus membersihkan dari pekerjaan yang masih subhat dan qonaah dengan harus menerima yang ada karena pekerjaan yang subhat itu dosa
f)       Guru harus menasehati murid-muridnya, memberikan kemudahan dalam mencari ilmu, dan menyerahkan kemampuannnya untuk menolong peserta didiknya.

2.      Tata kramanya seorang alim dengan sultan, yaitu:
Ketika sultan itu senang dengan ilmu karena keutamaan ilmu tersebut dan mulianya ilmu, maka seorang alim tidak menjadikan dunia tersebut dijadikan alat untuk kepentingan terhadap sultan. Akan tetapi, orang alim tersebut memberitahukan apa yang menjadi haknya sultan. Karena sultan mempunyai hak untuk ditaati dan untuk dihormati. Sedangkan orang alim mempunyai hak untuk diterima dan dimuliakan.
Sebagai orang alim sebaiknya tidak memberikan apa yang diketahui kepada sultan, kecuali bila diminta, dan juga tidak melebihi kebutuhannya.
Ketika sebagian ulama terlalu banyak memberikan penjelasan tentang ilmu pada sultan, maka hal tersebut menjadikan sultan jenuh dan bosan pada ulama. Karena sultan adalah orang yang pikirannya dibagi-bagi untuk memikirkan kekuasaannya secara merata dan sultan tidak mempunyai banyak waktu untuk menghabiskan waktunya guna memikirkan ilmu (yang tidak perlu diketahui bagi sultan), serta tidak mempunyai kesabaran dalam memahami ilmu seperti kesabaran ulama dalam belajar sebuah ilmu.
Diceritakan dari Imam Asmu’i: “Raja Harun Ar-Rasyid berkata padaku: Wahai Abdul Malik, kau orang yang lebih alim dari kami dan kami orang yang lebih banyak akal dari kamu, maka jangan kamu mengajari kami di tempat ramai, jangan tergesa-gesa untuk memberitahukan pada kami tentang sesuatu hal di tempat sepi, jauhi kami (tidak usah memberitahukan kami) kecuali bila kami menanyakan hal tersebut. Ketika menjawab pertanyaan kami, janganlah memperbanyak atau memperlebar jawaban, bila memang kami sudah mendapatkan hak kami atas jawaban yang kami tanyakan. Peganglah tata cara yang halus dalam mengajar ilmu adab, gunakanlah kata yang sesingkat mungkin dalam menjelaskan. Dalam menjelaskan atau mengajar atau ceramah orang alim harus ingat dengan pokok permasalahan.”
Waspadalah ketika sultan lebih condong mengikuti perkara yang bisa menyebabkan ia jauh dari agama. Dan bertentangan dengan yang hak (yang benar) condongnya, dikarenakan cocok dengan paham rakyatnya dan mengikuti hawa nafsunya. Ketika ulama salah memberi pengertian pada sultan dalam suatu paham dikarenakan suka atau takut, maka hal tersebut menjadi pengertian yang sesat dan menyesatkan yang pasti pada akhirnya berdampak buruk.
Diriwayatkan dari Imam Hasan Basri, Rasulullah Saw. bersabda: Umat ini selalu diberi kebaikan dalam lindungan Allah dan kekuasaan-Nya. Selama orang pandai tidak mencocokki (sepaham) dengan orang bodoh, orang baik (pemberani) dengan pengecut. Orang-orang pilihan dengan orang-orang buangan, bila mereka melanggar hal tersebut. Maka Allah akan mencabut kuasa-Nya dan lindungan-Nya. Serta Allah menguasakan urusan umat tersebut pada orang pengecut, memberi azab, dengan kemiskinan dan kefakiran. Serta meliiputi perasaan mereka dengan rasa takut.







C.    PENUTUP

1.      Perilaku yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, meliputi:
ü  Guru harus mengamalkan ilmunya
ü  Guru tidak memberikan pengajaran yang tidak ia ketahui
ü  Guru mengajarkan ilmunya kepada orang yang mencari ilmu
ü  Guru harus mengetahui kadar kemampuan muridnya
ü  Guru harus memberisihkan diri dari hal syubhat
ü  Guru harus menasehati, menyayangi, memberikan kemudahan, dan mengarahkan muridnya.
2.      Tata kramanya seorang alim dengan sultan, yaitu: seorang alim ketika bertemu dengan seorang penguasa, seorang alim harus mengetahui mana yang dia akan sampaikan atau ajarkan untuk memberikan pengarahan sesuai dengan kemampuan pejabat/penguasa/sultan tersebut.













DAFTAR PUSTAKA

ابي الحسن علي بن محمد بن حبيب الماوردي البصرى الشافعى. اداب الدنيا والدين. بيروت: دار اقراء


Artikel keren lainnya:

1 Tanggapan untuk "Adabundunya waddin (Adab Murid Kepada Guru)"

  1. kang ente semester brp?? kenal Muhammad Sukron g? dari kelas G

    ReplyDelete