Beranda · Al-Quran Hadits · Aqidah · Akhlak Ibadah/Fiqih Tarikh Serba-Serbi ·

Laman

Adabundunya waddin (Adab Murid Kepada Guru)


MAKALAH
اداب الدنيا والدين

Disusun guna memenuhi tugas :

Mata Kuliah            : Telaah Kitab Pendidikan
Dosen Pengampu    : M. Rodli, M.Pd.I.








Disusun Oleh :
Kelompok 7 Kelas B
1.      Husein Syauqi Azmi               202 109 479
2.      Muhibbatul Aini                      202 109 480
3.      Dina Rina                                2021110064



JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH  TINGGI  AGAMA  ISLAM  NEGERI
( STAIN )  PEKALONGAN
2012


A.    PENDAHULUAN

Pendidik adalah seseorang yang ditiru baik perilakunya maupun perkataannya. Sebagai seorang pendidik, harus memiliki sifat yang baik kepada siapa saja, karena pendidik selalu dijadikan contoh oleh peserta didiknya dalam setiap hal, khususnya ketika di dalam kelas.
Ketika seorang pendidik itu tidak berperilaku baik, maka pendidik tersebut akan kehilangan kewibawaannya. Sedangkan suatu kewibawaan itu, harus dimiliki oleh seorang pendidik. Agar pendidik tersebut dihormati dan dihargai oleh peserta didiknya.
Dalam makalah kami ini, akan dibahas tentang perilaku yang harus dimiliki oleh seorang pendidik dan tata kramanya seorang alim dengan sultan.























B.     PEMBAHASAN

1.      Perilaku yang harus dimiliki oleh seorang pendidik
a)      Guru itu harus mengamalkan ilmunya dan melaksanakan apa yang ia perintahkan kepada muridnya
b)      Guru jangan mengucapkan sesuatu yang tidak ia ketahui, tidak memerintahkan sesuatu yang tidak bisa ia laksanakan, dan menyamarkan selain yang ia jelaskan
c)      Guru itu mau mengajarkan ilmunya kepada orang yang mencari ilmu, tidak pelit dalam mengajarkan sesuatu kebaikan, dan selalu mencari faidah dari yang ia ketahui
d)     Guru itu harus mengetahui kadar kemampuan muridnya agar seorang guru dalam memberikan pengajaran sesuai dengan kemampuan atau kecerdasan anak didiknya.
e)      Seorang guru harus membersihkan dari pekerjaan yang masih subhat dan qonaah dengan harus menerima yang ada karena pekerjaan yang subhat itu dosa
f)       Guru harus menasehati murid-muridnya, memberikan kemudahan dalam mencari ilmu, dan menyerahkan kemampuannnya untuk menolong peserta didiknya.

2.      Tata kramanya seorang alim dengan sultan, yaitu:
Ketika sultan itu senang dengan ilmu karena keutamaan ilmu tersebut dan mulianya ilmu, maka seorang alim tidak menjadikan dunia tersebut dijadikan alat untuk kepentingan terhadap sultan. Akan tetapi, orang alim tersebut memberitahukan apa yang menjadi haknya sultan. Karena sultan mempunyai hak untuk ditaati dan untuk dihormati. Sedangkan orang alim mempunyai hak untuk diterima dan dimuliakan.
Sebagai orang alim sebaiknya tidak memberikan apa yang diketahui kepada sultan, kecuali bila diminta, dan juga tidak melebihi kebutuhannya.
Ketika sebagian ulama terlalu banyak memberikan penjelasan tentang ilmu pada sultan, maka hal tersebut menjadikan sultan jenuh dan bosan pada ulama. Karena sultan adalah orang yang pikirannya dibagi-bagi untuk memikirkan kekuasaannya secara merata dan sultan tidak mempunyai banyak waktu untuk menghabiskan waktunya guna memikirkan ilmu (yang tidak perlu diketahui bagi sultan), serta tidak mempunyai kesabaran dalam memahami ilmu seperti kesabaran ulama dalam belajar sebuah ilmu.
Diceritakan dari Imam Asmu’i: “Raja Harun Ar-Rasyid berkata padaku: Wahai Abdul Malik, kau orang yang lebih alim dari kami dan kami orang yang lebih banyak akal dari kamu, maka jangan kamu mengajari kami di tempat ramai, jangan tergesa-gesa untuk memberitahukan pada kami tentang sesuatu hal di tempat sepi, jauhi kami (tidak usah memberitahukan kami) kecuali bila kami menanyakan hal tersebut. Ketika menjawab pertanyaan kami, janganlah memperbanyak atau memperlebar jawaban, bila memang kami sudah mendapatkan hak kami atas jawaban yang kami tanyakan. Peganglah tata cara yang halus dalam mengajar ilmu adab, gunakanlah kata yang sesingkat mungkin dalam menjelaskan. Dalam menjelaskan atau mengajar atau ceramah orang alim harus ingat dengan pokok permasalahan.”
Waspadalah ketika sultan lebih condong mengikuti perkara yang bisa menyebabkan ia jauh dari agama. Dan bertentangan dengan yang hak (yang benar) condongnya, dikarenakan cocok dengan paham rakyatnya dan mengikuti hawa nafsunya. Ketika ulama salah memberi pengertian pada sultan dalam suatu paham dikarenakan suka atau takut, maka hal tersebut menjadi pengertian yang sesat dan menyesatkan yang pasti pada akhirnya berdampak buruk.
Diriwayatkan dari Imam Hasan Basri, Rasulullah Saw. bersabda: Umat ini selalu diberi kebaikan dalam lindungan Allah dan kekuasaan-Nya. Selama orang pandai tidak mencocokki (sepaham) dengan orang bodoh, orang baik (pemberani) dengan pengecut. Orang-orang pilihan dengan orang-orang buangan, bila mereka melanggar hal tersebut. Maka Allah akan mencabut kuasa-Nya dan lindungan-Nya. Serta Allah menguasakan urusan umat tersebut pada orang pengecut, memberi azab, dengan kemiskinan dan kefakiran. Serta meliiputi perasaan mereka dengan rasa takut.







C.    PENUTUP

1.      Perilaku yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, meliputi:
ü  Guru harus mengamalkan ilmunya
ü  Guru tidak memberikan pengajaran yang tidak ia ketahui
ü  Guru mengajarkan ilmunya kepada orang yang mencari ilmu
ü  Guru harus mengetahui kadar kemampuan muridnya
ü  Guru harus memberisihkan diri dari hal syubhat
ü  Guru harus menasehati, menyayangi, memberikan kemudahan, dan mengarahkan muridnya.
2.      Tata kramanya seorang alim dengan sultan, yaitu: seorang alim ketika bertemu dengan seorang penguasa, seorang alim harus mengetahui mana yang dia akan sampaikan atau ajarkan untuk memberikan pengarahan sesuai dengan kemampuan pejabat/penguasa/sultan tersebut.













DAFTAR PUSTAKA

ابي الحسن علي بن محمد بن حبيب الماوردي البصرى الشافعى. اداب الدنيا والدين. بيروت: دار اقراء


Artikel keren lainnya:

PENERAPAN MEDIA ELEKTRONIK DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS VII (Studi Kasus di SMP Negeri 3 randudongkal th ajaran 2011/2012)

https://www.facebook.com/husein.azmi

PENERAPAN MEDIA ELEKTRONIK DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS VII
(Studi Kasus di SMP Negeri 3 randudongkal th ajaran 2011/2012)
A.Latar belakang
Proses kegiatan belajar mengajar perlu adanya motivasi yang dapat dijadikan pendorong terhadap daya serap siswa, sebab siswa diharapkan dapat menyerap materi pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum, agar dapat meningkatkan minat belajar siswa. Dari minat belajar siswa, guru dapat lebih  mudah untuk menyampaikan materi yang akan diberikan kepada siswa.Hal ini dirasa penting oleh karena itu guru bisa memberikan suasana baru didalam kelas agar peserta didik dapat lebih bisa menangkap materi-materi yang akan disampaikan dan memberikan rangsangan baik kepada peserta didik dari dalam diri peserta didik maupun dari luar peserta didik. Dengan demikian proses kegiatan belajar yang diberikan oleh guru memotivasi siswanya dalam belajar yang efektif. Media elektronik dapat digunakan untuk meningkatkan efektifitas kegiatan belajar mengajar peserta didik, kegiatan belajar mengajar yang penulis teliti dalam penelitian ini adalah Belajar Pendidikan Agama Islam.[1]
Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang oleh orang untuk menyalurkan sebuah pesan. Sedangkan menurut gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi peserta didik agar terjadi proses belajar.
Media yang dipakai didalam kegiatan belajar mengajar diantaranya adalah LCD atau proyektor yang dihubungkan melalui laptop yang menaampilkan program Microsoft powerpoint, Microsoft powerpoint adalah aplikasi presentasi yang merupakan salah satu program dibawah Microsoft office. Dengan program ini guru dapat menampilkan materi dengan variasi-variasi dan model-model tulisan dan animasi-animasi serta gambar-gambar dan video-video yang berkaitan dengan materi yang akan diberikan kepada peserta didik, sehingga kegiatan belajar mengajar akan lebih menarik dan efektif.[2]
Kegiatan belajar mengajar pendidikan agama islam tidak hanya memberikan sejumlah materi tentang Pendidikan Agama kepada peserta didik untuk diterapkan dalam keidupan sehari-hari, karena Pendidikan Agama Islam bukan hanya materi saja, tetapi yang lebih penting bagaimana agar materi-materi tersebut dapat dipahami dan dapat mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Agar dalam proses belajar mengajar itu lebih efektif dan berhasil perlu adanya Media elektronik yang digunakan untuk menjelaskan sejauh mana kemampuan anak dalam menerima pelajaran. Agar proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam menjadi efektif perlu menggunakan Media elektronik sebagaimana bidang studi yang lain.
Penggunaan media elektronik mempunyai kelebihan yaitu dalam mempelajari lebih ringkas dari pada buku paket, kekurangannya yaitu peserta didik cenderung mengkopi file dan tidak mencari bahan-bahan materi lain yang menyangkut materi, tetapi itu bisa diatasi dengan pengawasan guru.
SMPN 3 randudongkal, merupakan salah satu dari sekian ribu lembaga pendidikan formal yang ada di Indonesia. SMPN 3 randudongkal, bertujuan mengantarkan anak didiknya untuk berprestasi gemilang dan menjadi lulusan yang bekualitas dengan jalan untuk selalu meningkatkan prestasi anak didiknya dari tahun ke tahun. Adapun yang dilakukan SMPN 3 dalam rangka mewujudkan tujuannya diantaranya adalah dengan menciptakan susasana pembelajaran yang kondusif, nyaman dan menyenangkan.
Masalah–masalah yang menjadi hambatan dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di SMPN 3 randudongkal adalah kurangnya sikap disiplin siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar, dan sikap “nrimo” dari sebagian siswa membuat siswa di SMPN 3 menjadi menjadi malas belajar. Khusus untuk pelajaran Agama Islam siswa beranggapan bahwa pelajaran Agama Islam adalah pelajaran yang sulit sehingga siswa malas untuk belajar.
Adapun yang mendorong penulis memilih judul tersebut adalah karena melihat tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah secara umum, yakni untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang Agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (GBPP PAI, 1994). Adapun usaha pembelajaran Agama Islam di sekolah diharapkan nagara mampu memebentuk kesalehan pribadi dan sekaligus kesalehan sosial.[3]
Melihat uraian latar belakang di atas, mendorong penulis untuk mengangkat permasalahan tersebut menjadi skripsi dengan judul:PENERAPAN MEDIA LEMBAR KERJA SISWA DALAMMENINGKATKAN EFEKTIFITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Kasus di SMP Negeri 3 Randudongkal Tahun Pelajaran 2011/2012).

B. Penegasan Istilah
Untuk menghindari penafsiran judul di atas, maka terlebih dahulu penulis perlu menjelaskan beberapa istilah yang terdapat dalam judul skripsi di atas.
1.       Media Elektronik
Media elektronik disini adalah berupa LCD atau proyektor yang dihubungkan melalui laptop yang menaampilkan program Microsoft powerpoint, Microsoft powerpoint adalah aplikasi presentasi yang merupakan salah satu program dibawah Microsoft office. Dengan program ini guru dapat menampilkan materi dengan variasi-variasi dan model-model tulisan dan animasi-animasi serta gambar-gambar dan video-video yang berkaitan dengan materi yang akan diberikan kepada peserta didik, sehingga kegiatan belajar mengajar akan lebih menarik dan efektif.

2.       Efektifitas belajar
Daryanto, (1986:81) mengemukakan bahwa efektifitas adalah apakah ada efeknya (pengaruhnya, akibatnya, kesannya). Sedangkan menurut Komarih Aan dan Triatna Cepi dalam bukunya yang berjudul “Visionary Leadership: menuju sekolah efektif “efektifitas adalah sesuatu yang menunjukkan ketercapaian sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan.
Belajar itu dapat diartikan “problem tingkah laku yang kreatif yang menetap, sebagai akibat dari pengalaman–pengalaman dan proses untuk memperoleh respon akibat adanya latihan khusus”. (Muhibin Syah, 2006: 90). Jadi, efektifitas yang dimaksud dalam judul adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan apakah ada pengaruhnya setelah dilakukan dengan sebelumnya[4]

3.       Pendidikan agama islam
Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam kurikulum adalah salah satu bagian mata pelajaran Pendidikan yang dipelajari di SMP Negeri 3 Randudongkal. Adapun mata pelajaran tersebut meliputi akidah, akhlak, fiqih, tarihk, yang semua itu masuk dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Dan materi yang dipakai dalam penelitian ini
adalah bab akhlak.

Penelitian dengan percobaan tentang penerapan Media elektronik pada kegiatan belajar mengajar Pendidikan Agama Islam di SMP
Negeri 2 Randudongkal khususnya pada kelas VII. Apakah ada
perbedaan hasil belajar siswa antara pembelajaran kelompok yang
menggunakan media elektronik (LCD) dan kelompok yang tidak menggunakan media elekronik (LCD).

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang diangkat
dalam skripsi ini adalah “Apakah media elektronik dapat meningkatkan
efektivitas Pembelajaran Bidang Studi Pendidikan Agama IslamD. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.       Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah upaya
untuk mengetahui efektifitas siswa dalam pembelajaran Pendidikan
Agama Islam dengan menggunakan Media elektronik di SMP
Negeri 2 RandudongkalTahun ajaran 2011/2012.
2.       Manfaat penelitian
Manfaat yang ingin dicapai dalam peneliti ini adalah sebagai berikut:

a. Manfaat Teoritis
Manfaat yang didapat dari segi teoritis dengan adanya
penelitian ini adalah sebagai berikut:
Untuk peningkatan efektivitas pembelajaran bidang studi Pendidikan
Agama Islam di SMP Negeri 2 Randudongkal.



b. Manfaat Praktis
1) Bagi Siswa
Sebagai masukan bagi siswa untuk mengetahui potensi
dirinya untuk lebih berprestasi
2) Bagi Lembaga Pendidikan
Memberikan sumbangan positif tentang salah satu cara
untuk meningkatkan prestasi dan efektifitas belajar Pendidikan
Agama Islam bagi siswa kelas VIIB SMP Negeri 2 Randudongkal,
Sragen terutama dalam penggunaan Media elektronik sebagai media
pengajaran.

E. Kajian Pustaka
Munawar (UMS, 2007), dalam skripsinya yang berjudul Penerapan Media Lembar Kerja Siswa Dalam Meningkatkan Efektivitas Belajar Siswa Bidang Studi Baca Tulis Al-Qur’an Di Kelas III SD Negri Sambi II TH 2006/2007. Menyimpulakan bahwa ada peningkatan yang signifikan penggunaan Media Elektronik terhadap peningkatan efektifitas belajar siswa bagi siswa belajar Baca Tulis Al-Qur’an di SD Negri Sambi II TahunAjaran 2006/2007; antara yang tidak menggunakan Media Elektronik dan yang menggunakan Media elektronik. Peningkatan aktifitas belajar siswa sangat Nampak pada proses belajar mengajar yang mengunakan media elektronik. Dan dapat membantu siswa untuk berlatih dan berfikir logis, kritis, aktif mengajukan pertanyaan, menentukan pendapat, memajukan pendapat. Realita empiris menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif penerapan Media Elektronik terhadap peningkatan efektifitas belajar siswa. Maka dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan media elektronik apabila diterapkan secara efektif maka prestasi belajar siswa akan lebih baik.
Dengan kesimpulan:
1. Ada pengaruh pemberian media elektronik terhadap prestasi belajar TIK.
2. Ada pengaruh pemberian Media elektronik terhadap kreatifitas belajar TIK terhadap prestasi belajar TIK. Dengan hasil penelitian siswa yan tidak diberikan tugas memiliki nilai rata-rata 5,5500 sedangkan siswa yang diberikan tugas memiliki rata-rata 5,9700.
F. Hipotesis
Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan peneliti, sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto, 1998: 62).Berdasarkan uraian diatas,  penulis menyimpulkan sebuah hipotesis sebagai berikut: “Penggunaan Media Elektronik (LCD) lebih efektif dan ada pengaruh yang positif dari pada tidak menggunakan Media Elektronik (LCD) bila digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VIIB di SMP Negeri 3 Randudongkal”.
G. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode   eksperimen. Menurut Sumardi Suryabrata (1997: 29), tujuan ekperimen adalah “untuk menyelidiki hubungan sebab akibat dengan cara menggunakan satu atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan satu/lebih kelompok yang tidak dikenai kondisi perlakuan”.


Ekperimen atau percobaan penerapan Media elektronik penulis gunakan untuk mengetahui hasil prestasi belajar yang menggunakan Media elektronik dan tidak menggunakan media elektronik

Partisipan menyelesaikan tes kemudian jumlah jawaban benar
dari setiap partisipan dihitung

40 siswa dipilih sebagai partisipan

Partisipan dikelompokkan menjadi dua kelompok secara random

Kelompok eksperimen

Kelompok kontrol

20 siswa

20 siswa

Kelompok yang menggunakan LCD

Kelompok yang tidak menggunakan LCD
 











2. Metode Penentuan Subjek
a. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 1998: 102). Dalam penelitian ini populasinya adalah siswa SMP Negeri 3 randudongkal kelas VIIB yang berjumlah 40 siswa dan seorang guru.
b. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Untuk mengambil sampel sebagian pedoman adalah apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi apabila subjeknya lebih dari 100, maka dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25% lebih (Arikunto, 1993: 102). Dalam penelitian ini menggunakan penelitian populasi yang seluruh siswa kelas VIIB dengan jumlah 40 siswa.
3. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan cara yang dipakai dalam mengumpulkan data-data yang diperoleh dalam rangka pengujian penelitian. Adapun Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah:
a. Metode Ekperimen
Ekperimen atau percobaan penerapan media elektronik digunakan untuk mengetahui hasil prestasi belajar yang menggunakan media elektronik (LCD) dan tanpa menggunakan media elektronik (LCD).
b. Interview
Interview adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewee). (Arikunto, 1998: 126) maksud penggunan metode ini adalah untuk mencari data yang berhubungan dengan kurikulum, metode, dan teknik yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam hal ini dilakukan dengan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam.
Interwiew dengan kepala sekolah yaitu mengenai izin untuk mengadakan penelitian. Sedangkan dengan guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu mengenai materi pembelajaran.
c. Observasi
Observasi adalah pengamatan/pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian (Nawawi, 1990: 100). Metode ini digunakan untuk memperoleh data secara langsung tentang kegiatan belajar mengajar PAI dengan menggunakan LCD dan tidak menggunakan LCD.
d. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, sutar kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya (Arikunto, 1998: 188). Metode ini digunakan untuk memperoleh gambaran umum tentang data sekolah, ruang lingkup, sarana dan prasarana, penunjang kegiatan belajar mengajar yang ada di SMP Negeri 3 Randudongkal.
4. Metode Analisis Data
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengolah data adalah analisis kuantitatif yang berbentuk angka dan peneliti akanmenggunakan metode deskripsi data.
 Adapun rumus yang digunakan yaitu t-test (to)
Perhitungan standar error dari mean perbedaan skor variabel x dan y:
Keterangan:
to = nilai yang akan dicari
M1 = mean variabel X
M2 = mean variabel Y
SEM1-M2 = standar error (standar kesesatan) dari mean of difference
H. Sistematika Penulisan Skripsi
Dalam penulisan skripsi ini, penulis membahas masalah-masalah yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Adapun sistematika penulisan skripsi meliputi lima bab, yaitu:
BAB I Pendahuluan, berisi tentang latar belakang masalah, penegasan istilah, rumusan masalah, hipotesis, tujuan dan manfaat penelitian, kajian pustaka, metode penelitian, dan sistematika skripsi.
BAB II Membahas pengertian media elekronik (LCD), media elektronik (LCD) dan proses pembelajaran bidang studi Pendidikan Agama Islam.
BAB III Penerapan Metode Lembar Kerja Siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Gambaran umum SMP Negri 3 randudongkal yang meliputi letak georafis, sejarah berdirinya, keadaan guru, karyawan dan siswa, struktur organisasi, dan sarana prasarana.
BAB IV : Analisis data, berisi tentang pembahasan analisis data.
BAB V : Penutup, berisi tentang Kesimpulan dan Saran.
DAFTAR PUSTAKA



[1] Sadiman, Arif, dkk. (1989). Media Pendidikan< Pengertian dan Pemanfaatanya. Jakarta : Rajawali pres
[2] Baisoeti. (1998). Komputer dan Pendidikan. Yogyakarta
[3] Menteri Agama RI, 1996
[4] Djamarah, Syaiful B dan Zain, Aswan. (2002) Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta

Artikel keren lainnya: