PENDAHULUAN
Illegal logging atau penebangan
hutan secara liar merupakan perbuatan yang tidak baik dan tidak mendidik bagi
seluruh umat manusia didunia, perbuatan ini jelas dilarang oleh agama islam,
karen adampak dari perbuatan penebangan hutan akan mengakibatkan bencana alam,
tidak seimbangnya ekosistem di dunia.
Untuk lebih jelasnya mengenai
larangan-larang penebangan hutan di dalam agama islam maka pemakalah
mejelaskannya melalui hadits tentang larangan illegal loging dan beberapa
aspek-aspek tarbawi yang terkandung didalam hadits tersebut.
Saya selaku pemakalah mohon maaaf yang
sebesar-besarnya bila terjadi kesalahan dan kekurangan dalam membuat makalah
yang saya buat ini. Adapun kritik yang membangun saya butuhkan dari pembaca
yang budiman agar semua tentang makalah ini bisa sempurna terimakasih.
BAB I
PEMBAHASAN
A.
HADITS
عَنْ عَبْدِ الله بْنِ
حُبْشِيِّ قَالَ قاَلَ رَسُوْ لُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مَنْ
قَطَعَ سِدْرَةً صَوْبَ اللهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ) سُئِلَ أَبُوْ دَوُادْ عَنْ
مَعْنَى هَذَا الْحَدِيْثِ فَقَالَ هَذَا الْحَدِيْثِ مُخْتَصَرِ يَعْنِي : مَنْ قَطَعَ
سِدْرَةً فِي فَلَا ةٍ يَسْتَظِلٌ بِهَا ابْنِ السَّبِيْلِ وَالْبَهَائِمَ عَبَثًا
وَظُلْمًا بِغَيْرِحَقٌ يَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا صَوَّبَ اللهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ.
(رواه ابو داود فى
السنن , كتاب الأدب , باب قطع السدر)
Terjemah : Dari Abdullah
bin Hubsyiy r.a: Telah bersabda Rasulullah s.a.w: “barang siapa yang memotong
pohon bidara, Allah jatuhkan kepalanya ke neraka.” Dari hadits tersebut Abu
Daud mengartikan bahwa hadits itu termasuk hadits mukhtashor yakni : Barang
siapa menebang pohon di padang tandus (yang lapang) dan menggantinya (pohon
tersebut) orang yang berjalan dan
menyembunyikan atau membuat kelucuan (bermain-main) dan menganiayayanya tanpa
menggunakan kebenaran, sesungguhnya disitu terdapat kerendahan (orang tersebut)
di mata Allah, dan kelak kepalanya akan
di masukan ke dalam neraka.”
B.
MUFRODAT
Memotong
|
قَطَعَ
|
Pohon Bidara
|
سِدْرَةً
|
Allah
Jatuhkan
|
صَوْبَ
اللهُ
|
Kepalanya
|
رَأْسَهُ
|
Ke dalam
Neraka
|
فِي
النَّارِ
|
C.
BIOGRAFI
PERAWI
Beliau bernama
Imam Al Hafidz Al Faqih Sulaiman bin Imron bin Al Asy`ats bin Ishaq bin Basyir
bin Syidad bin Amr bin Imron -atau disebut dengan Amir- Al Azdy As Sajistaany,
dan dilahirkan pada tahun 202 H/817M di kota Sajistaan, menurut kesepakatan
referensi yang memuat biografi beliau,demikian juga didasarkan keterangan murid
beliau yang bernama Abu Ubaid Al Ajury ketika beliau wafat,ketika berkata: aku
telah mendengar dari Abi Daud ,beliau berkata : Aku dilahirkan pada tahun 202 H
/ 817 M (Siyar A`lam An Nubala` 13/204)
Perkembangan
Keilmuannya
Tidak
didapatkan berita atau keterangan tentang masa kecil beliau kecuali keterangan
bahwa keluarganya memiliki perhatian yang sangat besar dalam hadits-hadits
Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, dan ini sangat mempengaruhi perkembangan
keilmuan beliau di masa depannya.Keluarga beliau adalah keluarga yang terdidik
dalam kecintaan terhadap hadits-hadits Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dan
ilmu-ilmunya. Bapak beliau yaitu Al Asy`ats bin Ishaq adalah seorang perawi
hadits yang meriwayatkan hadits dari Hamad bin Zaid, dan demikian juga
saudaranya Muhammad bin Al Asy`ats termasuk seorang yang menekuni dan menuntut
hadits dan ilmu-ilmunya juga merupakan teman perjalanan beliau dalam menuntut
hadits dari para ulama ahlil hadits. Maka berkembanglah Abu Daud dengan
motivasi dan semangat yang tinggi serta kecintaan beliau sejak kecil terhadap
ilmu-ilmu hadits, sehingga beliau mengadakan perjalanan (Rihlah)dalam mencari
ilmu sebelum genap berusia 18 tahun.Beliau memulai perjalanannya ke Baghdad (Iraq)
pada tahun 220 H/835M dan menemui kematian Imam Affan bin Muslim, sebagaimana
yang beliau katakan : “Aku menyaksikan jenazahnya dan mensholatkannya” (Tarikh
Al Baghdady 9/56). Walaupun sebelumnya beliau telah pergi ke negeri-negeri
tetangga Sajistaan, seperti khurasan, Baghlan, Harron, Roi dan Naisabur.
Riwayat
Perjalanan
1. Tahun 221H/836M beliau
datang ke Kufah dan mengambil hadits dari Al Hafidz Al Hasan bin Robi` Al
Bajaly dan Al Hafidz Ahmad bin Abdillah bin Yunus Al Yarbu`iy (mereka berdua
termasuk dalam guru-gurunya Imam Muslim).
2. Sebelumnya beliau
berkelana ke makkah dan meriwayatkan hadits dari Abdulloh bin Maslamah Al
Qo`naby (Wafat tahun 221 H/836M).
3. Di Damaskus mengambil
hadits dari Ishaq bin Ibrohim Al Faradisy dan Hisyam bin Ammaar.
4. Tahun 224 H/839M pergi ke
Himshi dan mengambil hadits dari Imam Hayawah bin Syuraih Al Himshy.
5. Mengambil hadits dari Ibnu
Ja`far An Nafiry di Harron
6. Di Halab mengambil hadits
dari Abu Taubah Robi` bin Nafi` Al Halab
7. Di Mesir mengambil hadits
dari Ahmad bin Sholeh Ath Thobary, kemudian beliau tidak berhenti mencari ilmu
di negeri-negeri tersebut bahkan sering sekali bepergian ke Baghdad untuk
menemui Imam Ahmad bin Hambal disana dan menerima serta menimba ilmu
darinya.Walaupun demikian beliaupun mendengar dan menerima ilmu dari
ulama-ulama Bashroh, seperti: Abu Salamah At Tabudzaky, Abul Walid Ath
Thoyalisy dan yang lain-lainnya. Karena itulah beliau menjadi seorang imam
ahlil hadits yang terkenal banyak berkelana dalam mencari ilmu.
Guru-Guru
Beliau.
Guru-guru
beliau sangat banyak,karena beliau menuntut ilmu sejak kecil dan sering
bepergian kepenjuru negeri-negeri dalam menuntut ilmu, sampai-sampai Abu Ali Al
Ghosaany mengarang sebuah buku yang menyebut nama-nama guru beliau dan sampai
mencapai 300 orang,demikian juga Imam Al Mizy menyebut dalam kitabnya Tahdzibul
Kamal 177 guru beliau.
Dan diantara
mereka yang cukup terkenal adalah : Imam Ahmad bin Hambal, Ishaq bin Ibrohim
bin Rahuyah, Ali bin Al Madiny, Yahya bin Ma`in, Abu Bakr ibnu Abi Syaibah,
Muhammad bin Yahya Adz Dzuhly, Abu Taubah Robi` bin Nafi` Al Halaby, Abdulloh
bin Maslamah Al Qo`naby, Abu Khoitsamah Zuhair bin Harb, Ahmad bin Sholeh Al
Mishry, Hayuwah bin syuraih, Abu Mu`awiyah Muhammad bin Hazim Adh Dhorir, Abu
Robi` Sulaiman bin
Daud Az
Zahrony, Qutaibah bin Sa`di bin Jamil Al Baghlany. (LihatTahdzibul Kamal
11/358-359).Murid-Murid Beliau.Demikian pula murid-murid beliau cukup banyak
dan saya cukupkan dengan menyebut sebagian dari mereka disini, yaitu : Abu `Isa
At Tirmidzy, An Nasa`i, Abu Ubaid Al Ajury, Abu Thoyib Ahmad bin Ibrohim Al
Baghdady (Perawi sunan Abi Daud dari beliau), Abu `Amr Ahmad bin Ali Al Bashry
(perawi kitab sunan dari beliau), Abu Bakr Ahmad bin Muhammad Al Khollal Al
Faqih, Isma`il bin Muhammad Ash Shofar, Abu Bakr bin Abi Daud (anak beliau),
Zakariya bin Yahya As Saajy, Abu Bakr Ibnu Abi Dunya, Ahmad bin Sulaiman An
Najjar (perawi kitab Nasikh wal Mansukh dari beliau), Ali bin Hasan bin Al `Abd
Al Anshory (perawi sunsn dari beliau), Muhammad bin Bakr bin Daasah At Tammaar
(perawi sunan dari beliau), Abu `Ali Muhammad bin Ahmad Al Lu`lu`y (perawi
sunan dari beliau), Muhammad bin Ahmad bin Ya`qub Al Matutsy Al Bashry (perawi
kitab Al Qadar dari beliau). (lihat Siyar A`lam An Nubala` 13/206 dan Tahdzibul
Kamal 11/360).
Aqidah
Beliau.Beliau adalah imam dari imam-imam ahlisunnah wal jamaah yang hidup di
Bashroh kota berkembangnya kelompok Qadariyah, demikian juga berkembang disana
pemikiran Khowarij, Mu`tazilah, Murji`ah dan Syi`ah Rafidhoh serta Jahmiyah dan
lain-lainnya, tetapi walaupun demikian beliau tetap dalam keistiqomahan diatas
Sunnah dan beliaupun membantah Qadariyah dengan kitabnya Al Qadar, demikian
pula bantahan beliau atas Khowarij dalam kitabnya Akhbar Al Khawarij, dan juga
membantah terhadap pemahaman yang menyimpang dari kemurnian ajaran islam yang
telah disampaikan olah Rasulullah shalallahu alaihi wasalam. Maka tentang hal
itu bisa dilihat pada kitabnya As Sunan yang terdapat padanya bantahan-bantahan
beliau terhadap Jahmiyah, Murji`ah dan Mu`tazilah.
Wafatnya
Beliau.Beliau wafat dikota Bashroh tanggal 16 Syawal 275 H (20 Februari 889)
dan disholatkan janazahnya oleh Abbas bin Abdul Wahid Al Haasyimy.
D.
KETERANGAN
HADITS
Hadits diatas menjelaskan tentang
penebangan liar atau illegal loging yang mana perbuatan tersebut akan mendapat
kehinaan dengan kepala seseorang yang menebang pohon tanpa mempedulikan
kelestarian pohon itu akan di masukan ke dalam neraka. Adapun pohon yang
dimaksud adalah pohon bidara sebuah pohon yang meneduhkan di daerah padang
pasir sehingga orang yang menebangnya baik untuk lahan bermain dan yang lainnya
akan di masukan ke dalam neraka kepalanya.
E.
ASPEK TARBAWI
1.
Pendidikan lingkungan pada jenjang dan taraf usia dini
perlu diajarkan agar terjaga keseimbangan alam.
2.
Pohon merupakan tempat untuk
melindungi kita dari bencana yang ditimbulkan oleh alam seperti bancir, longsor
dan lainnya
3.
Pendidikan lingkungan sangat perlu
ditekankan agar kita sebagai khalifah di bumi bisa memakmurkan bumi sesuai
perintah Allah.
4.
Tujuan Pendidikan lingkungan hidup
adalah mewujudkan masyarakat yang sadar akan lingkungan sehingga kerusakan
lingkungan bisa di kurangi.
5.
Pendidikan keluarga juga sangat
berpengaruh terhadap pendidikan lingkungan hidup, pendidikan lingkungan hidup
hendaknya ditanamkan sejak dini mulai dari keluarga,lingkungan, masyarakat dan
dunia.
PENUTUP
Dalam penjelasan hadits diatas kita bisa
menarik kesimpulan bahwa, pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan dibumi
yang kita tempati, Dalam kehidupan ini segala sesuatu yang kita lakukan perlu
diketahui ilmunya agar semua yang dilakukan tidak sia-sia nantinya.Begitupun
terhadap alam jika kita ingin alam mencintai kita,maka kitapun harus mencari
tahu bagaimana ilmu untuk mencitai alam.Sebenarnya ilmu semacam ini hendaknya
diperkenalkan sejak usia dini agar timbul rasa untuk mencintai alam sedini
mungkin
Tujuan Pendidikan lingkungan hidup adalah mewujudkan masyarakat
yang sadar akan lingkungan sehingga kerusakan lingkungan bisa di kurangi.
Pendidikan Lingkungan hidup bisa dimulai dari komunitas yang paling
kecil yakni keluarga. Keluarga mempunyai peranan penting dalam memberikan
pendidikan lingkungan kepada anak-anaknya. Bentuk yang paling kongkrit dari
pendidikan dalam keluarga adalah mengajarkan anak-anak untuk membuaang sampai
pada tempat sampah yang sudah disediakan.
Keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan lingkungan
karena keluarga merupakan ujung tombak pendidikan bagi anak-anaknya. Bila sejak
dini anak-anak sudah diajarkan dengan pemahaman yang baik akan lingkungan hidup
maka pendidikan lingkungan hidup sekolah akan berjalan dengan baik dan mendapat
sambutan yang baik dari anak didik dan Pada akhirnya kerusakan dan permasalahan
lingkungan yang terjadi akibat aktifitas kehidupan sehari-hari dapat dikurangi
atau bahkan dihindarkan. Sehingga sumber daya alam yang ada bisa terus
dilestarikan dan akhirnya bisa dinikmati dan diwariskan kepada generasi
mendatang
Belum ada tanggapan untuk "hadits illegal loging"
Post a Comment