PENDAHULUAN
Hipotesa
statistik merupakan praduga sementara
mengenai populasi yang sifatnya masih sementara atau lemah kebenarannya.
Hipotesa statistik dapat berbentuk suatu variabel, sperti binominal, Poisson, dan normal atau nilai suatu
parameter, seperti rata-rata, varians, simpangan baku, dan proposi.
Hipotesis
statistik harus diuji, karena itu harus berbentuk kuantitas, (dinyatakan dalam bentuk
angka-angka) untuk dapat diterima atau di tolak. Pada kesempatan ini akan di jelaskan
tentang hipotesis dan yang berhubungann dengan hipotesis yang penekanannya pada
pengujian hipotesis itu
sendiri.
Hipotesis
pada dasarnya merupakan suatu proporsi atau anggapan yang mungkin benar dan
mungkin juga salah, dan sering dilakukan untuk pembuatan keputusan/pemecahan persoalan
ataupun data.
Pada
makalah ini penulis akan menjabarkan atau memaparkan tentang pengujian
hipotesis. Adapun yang akan dibahas pada makalah ini adalah
a. Pengertian
b. Prosedur pengujian hipotesis
c. Jenis-jenis pengujian hipotesis
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Setelah
peneliti mengadakan penelaahan yang mendalam terhadap berbagai sumber untuk
menentukan anggapan dasar, maka langkah berikutnya adalah merumuskan hipotesis.
Agar
dapat lebih mudah dipahami pengertian ini, perlu dikutipkan pendapat Prof. Drs.
Sutrisno Hadi MA. tentang pemecahan masalah. Seringkali peneliti tidak dapat
memecahkan permasalahannya hanya dngan sekali jalan. Permasalahan itu akan
diselesaikan segi demi segi dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk
tiap-tiap segi, dan mencari jawaban melalui penelitian yang dilakukan.
Jawaban
terhadap permasalahan ini dibedakan atas 2 hal sesuai dengan taraf
pencapaiannya yaitu:
1. Jawaban permasalahan yang berupa
kebenaran pada taraf teoritik, dicapai melalui membaca.
2. Jawaban permasalahan yang berupa
kebenaran pada taraf praktek, dicapai setelah penelitian selesai, yaitu setelah
pengelolaan terhadap data.
Sehubungan
dengan pembatasan pengertian di atas
maka hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara
terhadap permasalaan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. [1]
A. Jenis Kesalahan
Agar
hipotesis dapat diuji secara statistik, harus dirumuskan menjadi hipotesis nol
atau Ho dan hipotesis alternatif atau Ha, sebagai berikut:
H0
= θ = θ0
Ha
= θ < θ0
Ha
= θ > θ0
Ha
= θ ≠ θ0
θ
= theta, suatu parameter; θ0 = nilai θ berdasarkan hipotesis.
Menerima
hipotesis nol padahal hipotesis nol itu salah. Kesalahan yang disebabkan karena
kita menolak hipotesis nol padahal hipotesis itu benar, disebut kesalahan
jenis I atau Type I Eror.
Sebaliknya kesalahan yang disebabkan kerena kita menerima hipotesis nol padahal
hipotesis itu salah disebut kesalahan jenis II atau Type II Eror.[2]
Misalnya,apabila hipotesis nol hipotesis
nol itu benar diberi simbol H0 dan kalau hipotesis alternatif benar diberi
simbol Ha , perhatikan tabel berikut.
Jenis kesalahan
(Type of Eror)
Situasi
Keputusan
|
H0
Benar
|
H0
Salah
|
Terima H0
|
Keputusan tepat
(1 - α )
|
Kesalahan jenis II
(β)
|
Tolak H0
|
Kesalahan jenis I
(α)
|
Keputusan tepat
(1 - β)
|
Pembuat keputusan biasanya berusaha agar
kedua jenis kesalahan tersebut ditekan sampai sekecil-kecilnya (maksudnya nilai
α dan β minimum ). Hal ini sukar dicapai sebab untuk sampel dengan n
tertentu, nilai probabilitas β untuk membuat kesalahan jenis II
meningkat, sewaktu nilai probabilitas untuk membuat kesalahan jenis I menurun(α
I β I). Kedua-duanya bisa diperkecil kalau nilai n meningkat
(sampelnya makin besar). Memperbesar sampel berarti menambah biaya (biaya untuk
memperkecil kesalahan). Selain itu juga ada biaya yang berhubungan dengan
kesalahan dalam pembuatan keputusan (sering disebut kerugian atau “loss”).[3]
B. Konsep Dasar Pengujian Hipotesis
Untuk
mengetahui konsep-konsep dalam pengujian hipotesis, perhatikan ilustrasi
mengenai keputusan apakah pemerintah menyetujui peluncuran sebuah jenis obat
baru. Jenis obat ini menurut prosedurnya mampu menurunkan tingkat kolestrol
darah. Departeman pengawasan obat dan makanan akan menyetujui peluncurannya
bila terbukti bahwa obat tersebut efektif. Untuk mengetahui khasiat obat
tersebut, dilakukan percobaan terhadap sampel acak yang terdiri dari 100 orang
pria setengah umur. Setiap peserta sampel diberi obat dengan dosis yang
dianjurkan pada selang waktu tertentu dan secara berkala kadar kolestrol mereka
diukur. Pada akhir percobaan kadar kolestrol itu dicatat.
Dari
ilustrasi di atas, pemerintah harus
memutuskan satu dari dua alternatif:
1.
Batalkan
(dan membutuhkan penelitian lanjutan)
2.
Menyetujui
peluncuran obat baru untuk umum.
Keputusan
tentunya harus didasari oleh fektif atau tidaknya obat tersebut. Pernyataan
mengenai efektif atau tidak inilah yang disebut hipotesis. Sejalan dengan du
macam kemungkinan keputusan pemerintah, ada dua macam hipotesis dalam hal ini,
yaitu:
1.
Obat
tidak efektif.
2.
Obat
efektif.
Hipotesis
pertama “Obat tidak efektif” disebut Hipotesis nol (Ho). Sedangkan
Hipotesis kedua “obat efektif” disebut hipotesis alternatif(Ha).[4]
C. Pengujian Hipotesis suatu Parameter
Rata-Rata
Dalam
setiap pengujiaan hipotesis ada beberapa langkah yang harus kita ikuti:
1.
Formulasi
Ho dan Ha, yang disebut jenis pengujian. Ada dua bagian besar jenis
pengujian
satu sisi danpengujian dua sisi.
a.
Pengujian
satu sisi
·
Sisi
Kiri
Ho
: µ = µo
Ha
: µ < µo
·
Sisi
Kanan
Ho
: µ = µo
Ha
: µ > µo
b.
Pengujian
dua sisi
Ho
: µ = µo
Ha
: µ ≠ µo
Dari berbagai
alternatif pengujian ini dipilih satu saja, sesuai dengan permasalahan yang
ada.
2.
Tentukan
taraf nyata (α) yang akan digunakan, yaitu tingkat kesalahan apabila
menerima
Ha yang salah.
3. Tentukan statistik uji yang sesuai.
Untuk kasus yang berbeda, bisa berbeda statistik ujinya. Penjelasannya akan
dipaparkan kemudian.
4.
Cari
nilai kritis dari tabel yang dibutuhkan. Hal ini akan dibahas kemudian.
5.
Bandingkan
statistik uji dengan nilai kritis (nilai tabel).
6.
Buat
kesimpulan berdasarkan hasil perbandingan pada butir 5.
PENGUJIAN
RATA-RATA BILA SAMPEL BERUKURAN BESAR (n > 30) ATAU RAGAM POPULASI ( )
DIKETAHUI
a. Statistik uji yang sesuai

b. Nilai kritis dilihat dari tabel –Z
1)
Bila
pengujian sisi kiri
Ho
: µ = µo
Ha
: µ < µo
- Nilai kritisinya –Z (α)
- Tolak Ho bila Z-hitung < -Z(α)
2)
Bila
pengujian sisi kanan
Ho
: µ = µo
Ha
: µ > µo
- Nilai kritisnya adalah Z(α)
- Tolak Ho bila Z-hitung > Z(α)
3)
Bila
pengujian dua sisi
Ho
: µ = µo
Ha
: µ ≠ µo
- Nilai kritisnya adalah Z(α/2)
- Tolak Ho bila │Z-hitung│> Z(α/2)
Contoh
aplikasi
Rata-rata hasil
produksi sebuah mesin lama adalah 2200 kg/hari. Sebuah mesin baru diuji dalam
200 hari, ternyata hasil produksinya menyebar normal dengna rata-rata produksi 2280 kh/hari dan standar
deviasi 520 kg/hari. Apakah data ini memberi bukti bahwa mesin baru
meningkatkan produksi? Ujilah dengan ( α) = 0,05.
Penyelesaian
Ho
: µ = 2200
Ha
: µ > 2200
- Taraf nyata α = 0,05
- Statistik uji yang yang sesuai
Z
hitung = 
ü Nilai Kritis Z (α) = Z (0,05) = 1,65
ü Z hitung > (0,05) sehingga tolak Ho
ü Kesimpulan: cukup bukti yang menyatakan
adanya kenaikan produksi setelah menggunakan mesin baru.[5]
PENUTUP
Hipotesa / hipotesis yang sebagai dugaan awal perlu
dikaji lebih dalam agar mendapatkan hasil yang benar dan sesuai dengan realitanya,
dan seorang peneliti dapat menggunakan banyak cara yang bias digunakan dalam
menelaah hipotesis tersebut seperti yang telah penulis paparkan di dalam
makalah ini. Hasil yang sesuai akan berpengaruh juga pada laporan penelitian
yang dibuat.
Demikian makalah ini penulis buat, hal ini bertujuan
untuk menambah pengetahuan pembaca pada
umumnya dan bagi penulis sendiri pada khususnya.
Adapun kesalahan-kesalahan pada penulisan itu karena
kekurang telitannya penulis, untuk itu penulis
meminta maaf, dan penulis menunggu kritik serta saran demi
kemajuan dan penambah pahaman bagi penulis.
DAFTAR
PUSTAKA
Sugiarto,Dergibson Siagian Metode
Statistik Untuk Bisnis dan Ekonomi.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama.2006.
Arikunto,Suharsimi.
Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.Jakarta:PT. Rineka
Cipta,1998.
Supranto, J. Statistik Teori dan Aplikasi .Jakarta:Erlangga.1998.
Supranto, J. Statistik Teori dan Aplikasi .Jakarta:Erlangga.2006.
[1] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta:PT.
Rineka Cipta,1998), hlm. 67
[2] J. Supranto, Statistik Teori dan Aplikasi, (Jakarta:Erlangga,1998),
hlm.168
[3] J. Supranto, Statistik Teori dan Aplikasi Edisi Keenam, (Jakarta:Erlangga,1998),
hlm.125
[4] Dergibson Siagian Sugiarto, Metode Statistik Untuk Bisnis dan
Ekonomi, (Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama,2006), hlm.160-161
[5] ibid
Belum ada tanggapan untuk "hipotesis"
Post a Comment